Skip to content

Teman Saya di Kampung Menjadi Pembunuh…

September 19, 2010

Namanya singkat SIKUS dulu saya dan teman teman sepermainan manggil dia Bulus…sewaktu kecil dulu  Sikus memang sudah lihai nginceng/membidik,.. dulu masih memakai Plintheng atau Ketepel…nakalnya anak kecil dimanapunsama aja buah orang selalu jadi incaran untuk kami  curi, pelem, jambu klutuk adalah sasaran yang selalu di inceng… dan Sikus adalah yang paling Titis alias Jitu diantara yang lain…di kesempatan lain Burung yang banyak di Kampung kami menjadi target juga ketika kami semakin besar…..

Kini setelah sekian lama kami jarang bertemu, dia menjadi pemburu dan pembantai hampir 75% populasi unggas terutama burung di sekitar teritorial kecamatan Giriwoyo dan sekitarnya yang tempatnya sebagian besar Hutan dan pegunungan, sebenarnya kurun waktu 25 tahun saya hijrah kami masih beberapa kali bertemu tapi baru mudik kali ini saya banyak menghabiskan waktu dengan dia dan teman masa lalu yang lain..

Suasana kampung dengan suara kicau burung yang beraneka ragam sudah tidak terdengar lagi hanya beberapa jenis burung saja yang masih berkicau…saya masih ingat dulu ketika  musim padi mau panen selalu ada migrasi bermacam burung yang singgah ke kampung kami untuk bersarang, hampir semua pohon ada sarang burung….

Burung manyar, tengkek, glatik, tekukur, srikatan, perkutut, gagak, elang, kutilang, cendet, cemblek,  betet, mbothung, srigunting, blekok, kuntul, emprit, gemak, decu, cucak, tuwu, jalak kebo, podang, branjangan dan lainya, saya dah gak ingat namanya… Lebih dari 7000 ekor dari bermacam burung yang telah Sikus bunuh selama ini…dan dampaknya sangat terasa ..suasana dusun yang dulu penuh dengan kicau burung….saat ini tinggal suara dari jenis burung yang tidak enak di konsumsi dan tidak laku dijual… Sikus belajar menembak secara otodidak, berburupun biasanya dia selalu sendiri tidak mau ditemani orang lain, senapan angin pertama yang dimilikinya ketika berumur 15 tahun adalah merk Benjamin Gold pemberian PakDe saya… hasil buruanya selain dia konsumsi sendiri juga dia jual dalam bentuk olahan..bila burung yang dia bedil masih hidup dan burung tersebut adalah burung yang punya nilai jual tinggi kalau dalam kadaan hidup maka dia akan merawatnya sampai sehat kemudian dia akan jual kota.

Sikus sang pembantai saat ini sudah merubah pola berburunya dia berkisah ketika  pemburu pemburu binatang liar profesional dari kota  datang ke kampung ini dua tahun lalu untuk berburu Babi hutan banyak mengajari Sikus tentang konservasi alam…..bersinggungan dengan mereka membuat Sikus sekarang tidak asal mbedil saja dia hanya mbedil burung dan unggas yang populasinya banyak dan mudah bertelur seperti manuk Deron dan Ayam alas… saya harus rela mengeluarkan uang 100rb untuk membujuk dia menembak burung kecil untuk menguji kemampuanya..uang tersebut dia akan pakai untuk membeli pakan burung yang dia tangkar di rumahnaya..hampir tiga ratus burung yang dia tangkar saat ini…

Kemampuan Sikus memang mumpuni… saya beri kesempatan dua mimis untuk membidik burung kecil yang super lincah dan gak berlama lama kalau hinggap lupa namanya warnanya kuning seperti kenari, iseng juga saya kerjain senapan dia, saya rubah sedikit setingan bedilnya tanpa sepengetahuan dia  biar uang seratus ribu saya tidak hilang he he he ….bidikan pertama mleset …dia bilang ” dasar orang kota arep ngapusi wong ndeso/mau bohongi orang desa”.. ‘kowe ngerubah setingan tele iki yo..’ saya cuma mesam mesem aja dan dia dengan cekatan memperbaiki setinganya.. dan dia inceng lagi.. melayang dech 100rb saya..ckckckck..kayaknya emang sudah menyatu dengan bedilnya, dan dia melarang saya mengambil gambar burung yang dia tembak….semoga kemampuanya yang luar biasa, dan perubahanya saat ini populasi unggas di kampung kami tidak semakin punah….SIKUS

Tutorial Mbedil dari Sikus… Saya, adik saya, dan Generasi penerus konservasi alam dari Sikus…

Senapan Angin sikus saat ini merk Sharp

Nunnggu Ayam Alas yang didapat burung cemblek….(adik saya)

5 Comments leave one →
  1. December 18, 2010 12:46

    tembak begitu buang aj.pakai m 16

  2. zens permalink
    March 23, 2011 20:58

    history yang sangat mengesankan…

  3. anto permalink
    October 2, 2011 10:20

    asik juga berburu di kampung sendiri.

  4. October 6, 2011 09:50

    nice🙂

  5. pito permalink
    October 29, 2011 15:53

    sekalian pkai nuklir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: