Skip to content

Dukuh Pidekso_Dusun Mering…

September 18, 2010

Empat hari liburan di dusun tempat saya berasal kali ini memberi banyak kesempatan buat saya mengunjungi dan mengingat ingat tempat yang pernah saya lewati ketika saya di besarkan di tempat ini  sampai  usia 13 tahun, sebelum hijrah ke Jakarta… sebutan struktur pemerintahan Kampung saya sedikit unik dan berbeda dengan tempat lain .. Wilayah Kelurahan di kepalai oleh Seorang PALA, sedang tingkat RW di kapalai seorang Lurah, yang di bantu seorang Carik dan Bayan..bila di tempat lain seorang carik seharusnya di bawah struktur lurah sebagai juru tulis, tetapi kalau di kampung saya carik justru di atas lurah di bawah PALA…rada aneh memang tapi itu sudah dari dahulu sewaktu saya masih kecil.Jalan ini adalah jalan utama menuju dusun Mering, dusun kami dari arah utara , yang berubah hanya pengerasan/cor semen di dua sisi jalan utuk roda kendaraan supaya tidak mblekuk/belok  kalau hujan dahulu jalan ini kalau habis hujan selalu becek dengan lumpur sampai mata kaki dan susah dilalaui kendaraan..25 tahun improvenya segini..lumayanlah lagipula kendaraan juga tidak banyak yang lalu lalang disini…

jalan menanjak curam ini adalah jalan menuju rumah tampat saya di lahirkan, setelah menikah ibu menempati rumahnya sendiri dan berpisah dengan kakek namanya dusun Mbadran, masih satu dukuh di Pidekso…tanjakanya ..ampun kehabisan nafas saya pas napak tilas kesini….padahal dahulu sewaktu kecil tempat lari larian main petak umpet…

saya di tanah tempat saya dahulu dilahirkan di bantu dukun beranak, rumahnya sudah ganti..pemilik pun sudah orang lain…Di tempat ini tidak banyak yang berubah, yang berubah hanya pohon pohon yang dahulu masih kecil sekarang menjadi lebat, dan sudah ada listrik… Jaringan SUTET dari Kab Wonogiri ke kampung pak Beye di Pacitan  belum lama ini di bangun melalui Dusun ini tapi belum berfungsi.

BENTUK RUMAH MASIH SEPERTI KETIKA SAYA TINGGALKAN

yang sedikit berubah sebagian sudah ada yang di tembok.

PAWON DESA dan GUBUK tempat jaga ladang/sawah

Saya harus menyebrangi sungai besar ini untuk menuju Sekolah Dasar Negri Pidekso II, dan menjadi penghalang bila banjir datang kadang sebulan masuk sekolah cuma 3 hari kalau musim penghujan…yupz bila banjir sekolah libur..sekarang sudah di buat DAM dan ada jembatan …

Jalan setapak setelah sungai menuju Sekolah saya tidak berubah mblekuk.. dulu saya sekolah nyeker alias telanjang kaki, kebayang kan kalau pakai sepatu jalanan mblekuk gini, .. jarak dari rumah ke sekolah sekitar 5 kilo dan harus mlaku sikil alias jalan kaki.

saya pernah bersekolah di tempat ini sampai kelas 4 ..seperti sekolah dasar dimana mana main main amin dan banyak main..balbalan, kasti, bentik,nyari jangkrik…

PASAR NDESO

Pahing dan Wage adalah hari pasaran di Pidekso pasarnya ada di dukuh Ndeso…dalam satu minggu cuma ada dua hari pasar untuk menjual hasil sawah, ladang dan ternak sekalian membeli kebutuhan sehari hari….kalau tidak punya tanaman lombok sendiri, dan stok di rumah tidak  ada harus menunggun 3 hari kalau mau nyambel…

Karena masih dalam suasana lebaran ketika saya ke pasar ini masih sepi, belum banyak orang orang yang bertransaksi di tempat ini, padahal saya mau membeli jajanan pasar yang dulu selalu jadi oleh oleh nenek buat saya kalau ke pasar… ada kue Kolong. gendar, petis, ama londho

Lebaran kali ini di Dusun Mering cukup ramai ada halal bihalal yang di selenggarakan pemuda pemudi yang merantau, seluruh Warga di undang dan malamnya menanggap wayang kulit semalam suntuk….Wayang Kulit adalah hiburan yang eklusive sewaktu saya masih kecil dan tinggal di Dusun ini, hanya orang orang tertentu yang mampu nanggap wayang karena biayanya yang cukup  besar buat orang kampung….dan biasanya cuma di hari hari istimewa pula wayangan di adakan. Beruntung sekali saya kali ini sempat bernostalgia dengan wayang kulit dengan dalang Ki Syahir…dalang yang juga di undang Nenek saya ketika sunatan kakak saya dan sepupunya….

Inilah cerita dukuh Mering, sebuah tempat yang sangat terpencil, tandus jauh dari hiruk pikuk kota besar,, tapi tempat yang sangat istimewa buat saya … dan saya akan selalu mengunjungi tempat ini karena dari sinilah saya berasal…..

8 Comments leave one →
  1. Arief permalink
    September 18, 2010 08:52

    Sangat mengesankan…
    Tahun 90-an sy KKN di desa Ngadirojo, Wonogiri, keadaannya kurang lebih seperti ini
    Termasuk nonton pertunjukan wayang di pertigaan Ngadirojo dan di waduk (?, hehe.. lupa namanya)
    Tmks, mas.. jadi teringat masa lalu.. Salam kenal🙂

    • Hartono permalink*
      September 18, 2010 18:23

      salam kenal juga mas….

  2. September 18, 2010 10:27

    indah nya kampung halaman mu har…kayanya gak pingin pulang deh kalo disana…indah nian..cerita original yang benar benar nyata..bosan dengan gemerlap kota…tetap semangat nge blog nya…kapan kapan mampir ke blog ya…

    • Hartono permalink*
      September 19, 2010 07:53

      sayang dre potensi alam seperti ini tidak dikelola dengan baik oleh masyarakat disana, anak muda disini lebih suka merantau ke kota kota besar…mau mencari buruh penggarap sawah saja sudah susah sekarang… makanya kemajuanya lambat.

  3. Tia permalink
    September 20, 2010 11:37

    aduuhhhh…bagus banget ton…kapan2 mampir ah..sumpe bagus bangetttt…beruntungnya dirimu…

    • Hartono permalink*
      September 20, 2010 18:18

      boleh mampir aja…atau mau berlibur kesana rame rame…..? gak ada biaya restribusi kok….nginep uga ga bayar….

  4. Johannes Leiwakabessy permalink
    November 3, 2010 07:58

    Nice posting… keep on writing bro.

  5. November 24, 2010 10:49

    berarti aku cedak ro kowe ki, aku sejati kulon kamalan tepate Kel SEJATI mas kapan2 tak dolan yo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: