Skip to content

Tmiang Hill…

February 1, 2010

Rumah Permanen setengah jadi ini adalah rumah yang baru di bangun teman/rekan kerja saya.. Bpk. Marsaid namanya. terletak di Kecamatan Citangkil-Cilegon, Kampung Tmiang atau Tmiang Hill saya sebut begitu biar sedikit keren berada di bukit, tempat yang masih sangat asri dan alami dengan banyak pepohonan dan sawah yang menghijau di saat musim penghujan. Pertama kali saya datang ke sana akses yang dilalui  lumayan berat seperti medan OffRoad…..tapi sekarang akses menuju Kampung Tmiang sudah mudah karena di lalui jalur ingkar selatan yang beraspal HotMix.

Lima tahun yang lalu, Kampung Tmiang dan bpk. Marsaid adalah potret masa kecil saya, tinggal di kampung  terpencil dengan akses interaksi yang sulit, tinggal dengan pekerja pekerja keras …penghidupan masyarakat disana mengandalkan sawah/ladang tadah hujan, buruh bangunan, dan sebagian menjadi kuli di pabrik pabrik. Mengenal hampir empat tahun dan menjadi rekan kerja,..Bpk. marsaid adalah tipikal Pekerja keras dengan mengandalkan kekuatan Phisiknya lulusan Sekolah Kejuruan Tehnik mesin ini, selepas kerja dipabrik sebagi operator atau sebelum berangkat masih menyempatkan diri untuk ngojek menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan orang tua dan adik adiknya yang banyak.

Bagaimana dengan saat ini??? masih belum beruntung saya bilang, setelah tempat dia kerja dahulu bubar dan menikah saat ini dia masih menganggur …. tapi sudah saya tulis diatas dia adalah  pekerja keras dan ulet dengan keterbatasan finansial dan bekerja serabutan dia masih mampu membangun rumah untuk anak istrinya dengan mengandalkan kekuatanya…batu bata dia buat sendiri, dia kerjakan hampir semua pembangunan rumahnya..

Proses pembuatan batu bata

Ketika saya tanya dengan dialek sana “plemen it ore megawe maning tah?” (gimana it gak  kerja lagi)… ringan aja dia menjawab ” ngelamar ke sana sini sudah pak, tapi namanya rejeki sudah di atur sama yang diatas”” saya sih asal masih bisa makan sahari hari sudah senang”.. apakah itu jawaban klise atau yang lain yang pasti dia mengajarkan kepada saya kehidupan harus di jalani dengan rasa ikhlas..tapi merubah nasib tidak hanya tinggal diam dan menunggu …dalam keadaan  yang sangat terbatas tersebut saat ini, dia dan orang tuanya masih membiaya adik adiknya untuk sekolah dan kuliah…tanpa itu penghidupan mereka mungkin tidak akan berubah sampai kapan pun..dan banyak rencana di benak bpk. marsaid dengan adanya Jalan lingkar selatan yang melalui kampung Tmiang…jualan, pulsa, jual bensin eceran atau tambal ban…Semoga sukses Bapak. Marsaid…..

Tulisan ini hanya sekedar Flash back sekadar  mengingat masa kecil saya .. yang hampir sama dengan apa yang terjadi di Tmiang Hill……

Photo-photo Tmiang Hill…

proses pembuatan emping…

4 Comments leave one →
  1. February 1, 2010 11:11

    Salam Kenal.

    It’s a very interesting blog, kang…

    Gimana kalo kita gabung di komunitas blogger kota cilegon , bisa dilihat langsung di bloggercilegon.co.cc (sengaja ga bikin link biar ga jadi spam… )🙂

    • Hartono permalink*
      February 1, 2010 19:08

      salam kenal juga…..wong kite ya…

  2. maryani permalink
    February 2, 2010 07:17

    bos masa bawa foto2 reang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: